Selasa, 18 Oktober 2016

Ruang Lingkup Budaya Mentawai

BAB I
RUANGLINGKUP KEPULAUAN MENTAWAI SERTA BUDAYA


A.    Konsep Kepulauan Mentawai
Gambar 1 tebing muara simatalu
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa, ras, adat istiadat, dan lainnya sebagainya serta memiliki pesona alam yang menakjubkan yang terbentang dari sabang sampai merauke. Pesona alam inilah yang membuat bagi touris lokal maupun mancana negara tertarik untuk menyaksikan dengan mata sendiri untuk mengunjunginya. Salah satu daerah yang menjadi sasaran yang dimaksud diatas adalah kepulauan mentawai. Kepulauan mentawai adalah sebuah gugusan pulaun yang terletak di pulau sumatera  dan terpisah dengan pulau induk  yang dibatasi oleh samudera hindia serta dilengkapi dengan kekayaan alam laut, dan darat yang mempesona. Pulau mentawai baru dikenal dengan keindahan alamnya dan dari segi pembangunanpun masih tahap pembangunan besar-besaran.  Tidak disangka begitu indahnya kepulauan ini dengan kekayaan alam yang menggiurkan bagi semua orang. Kepulauan mentawai terdiri dari 4 kepulauan antara lain: pulau siberut, pulau sipora , pulau sikakap yang terdiri atas (pulau pagai utara, dan pulau pagai selatan. Dari keempat pulau ini juga memiliki 10 kecamatan dan 43
Kepulauan Mentawai merupakan satu-satunya kabupaten di propinsi Sumatera Barat yang berupa daerah kepulauan, sehingga memiliki karakteristik daerah yang berbeda dengan kota dan kabupaten lain di Sumatera Barat. Jarak antara Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibu kota propinsi (kota Padang) 62 Mil laut ( Nautical Mile). Kepulauan Mentawai Meupakan gugusan pulau-pulau besar dan kecil yang berjumlah 99 pulau yang dikelilingi oleh Samudra Hindia. Transportasi udara dan laut menjadi Transportasi utama ke pulau ini. Kabupaten kepulauan Mentawai memiliki Luas Wilayah sebesar 6.011, 35 Km2 dan panjang garis pantai 1. 402, 66 Km yang terletak diantara 10-30 LS dan 980-1000 BT. Posisi dan letak geografis  menunjukan bahwa Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan sebuah daerah Kepulauan yang letaknya terpisah dari kota dan Kabupaten lain di propinsi Sumatera Barat. Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki batas-batas sebagai berikut:
*      Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Siberut
*      Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia
*      Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Mentawai
*      Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia
 Banyak tersimpan rahasia dipulau ini terutama pancaran pesona yang dimilikinya. Diera globalisasi masa kini kepulauan mentawai menjadi titik sentral bagi touris untuk menikmati pesona alamnya, seperti bermain selancar, menikmati terumbu karang bawah laut, serta menikmati hutan yang masih alami yang disertai dengan berbagai jenis hewan-hewan salah satunya monyet berwarna putih (simakobuk).  Ada beberapa macam kekayaan alam yang dimiliki kepulauan Mentawai yang menjadi pusat perhatian dunia yaitu:
1)      Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Di Mentawai budaya menjadi pusat perhatian bagi banyak orang, sebab keunikan yang dimiliki membuat banyak orang penasaran sehingga menjadi referensi baru bagi pengunjung. Budaya Mentawai hanya ada di Mentawai dan tidak dimiliki oleh daerah lain.  Ada beberapa macam  budaya di Mentawai yang dapat menarik bagi touris lokal maupun manca negara antara lain:
1.      Pakaian
Pakaian adalah bahan yang dapat melindungi tubuh manusia dari ancaman  mara bahaya. Pakaian adalah sehelai kain yang dapat menutupi aurah seseorang sehingga terbebas dari ancaman susila. Selain dari pada itu pakaian juga dapat memberikan kehangatan bagi seseorang sehingga terbebas dari penyakit. Pakaian sangat penting bagi manusia dan dapat dijadikan sebagai kebutuhan vital/dasar. Di Mentawai pakaian sudah dikenal sejaklahir didunia. Namun pakaian di Mentawai berbeda bentuknya dengan pakaian yang sekarang ini kita pakai. Di Mentawai pakaian yang digunakan untuk menutupi aurahnya adalah pakaian yang berbahan dasar dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini dikarenakan kehidupan masyarakat Mentawai sangat tergantung dari alam/hutan.  Ada 2 macam pakaian asli suku Mentawai antara lain:
a)      Kabid yang terbuat dari bahan dasar kulit kayu (koha),
b)      Komag yang berbahan dasar dari daun kelapa

2.      Seni
Seni merupakan karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa sehingga memberikan nilai keindahan. Berbicara mengenai seni dituntut unutk disiplin agar dapat membuahakan hasil yang maksimal. Tidak semua orang yang mampu berkompetisi disini, hanya orang tertentu saja yang dapat mencapai prestasi tersebut. Di Mentawai seni sudah dikenal oleh banyak orang dan tidak asing lagi bagi kita. Ada pun seni yang dimiliki oleh Suku Mentawai adalah:
Ø  Tiktik yang berasal dari bahan dasar arang dan air tebu,
Ø  Tarian / turuk,
Ø  Suara/ Vokal
Ø  Anyaman
Ø  Pahat
Ø  Lukisan
Ø  Ritual
Ø  Dan lain-lain.
3.      Perkakas
Perkakas adalah benda-benda khas yang memiliki nilai tersendiri. Perkakas dapat kita lihat lihat di rumah-rumah. Di mentawai perkakas sangat yang digunakan masih bersifat tradisional dan bahan yang digunakan sangat sederhana yaitu berbahan dasar bahan kayu. Namun seiring dengan perkembangan zaman perkakas suku Mentawai sudah mulai dicampuradukan dengan kehidupan modern. Ada pun perkakas yang bisa kita temui di rumah adat suku Mentawai antara lain:
Ø  Kohoman,
Ø  Lakku,
Ø  Kiniok,
Ø  Opa,
Ø  Seseiluk
Ø  Karung,
Ø  Soroisozan,
Ø  Dourou,
Ø  Sosoat
Ø  Bukbuk,
Ø  Leggeu,
Ø  Bahulu
Ø  Koraibik
Ø  Sihapak
Ø  Dan Lain-Lain.
4.      Bangunan
Bangunan adalah suatu karya seseorang yang dikerjakan dengan motif dan bentuk tertentu. Bangunan Memiliki kegunaan untuk melindungi manusia dari hal-hal yang tidak diinginkan. Suku Mentawai bangunan dikenal hanya berupa rumah hunian. Bangunan khusunya bangunan tradisional biasanya menunjukan suatu identitas daerah. Misalnya dapat kita lihat di suku minang bentuk rumahnya bagonjong. Di Mentawai bangunan berbeda dengan bangunan yang ada di daerah lain. Dimana bangunan di Mentawai berupa rumah panggung dan memiliki 1 kamar besar dan 1 ruangan terbuka untuk pertemuan.

5.      Bahasa
Bahasa adalah sesuatu yang d
apat dikomunikasikan oleh seseorang kepada orang lain sehingga terjalin komunikasi secara interaktif. Tanpa bahasa manusia tidak bisa berinteraksi dengan sesamanya. Mentawai merupakan suatu kepulauan yang memiliki banyak bahasa. Hampir setiap desa memiliki bahasa yang berbeda-beda. Akibat banyaknya bahasa di Mentawai maka kesulitan bagi pengunjung untuk berkomunikasi dengan penduduk asli suku Mentawai. Ada beberapa macam bahasa yang ada di Mentawai seperti:
*      Bahasa Simatalu
*      Bahasa Paipajet
*      Bahasa Simalegi
*      Bahasa Sigapokna
*      Bahasa Sikabaluan
*      Bahasa Bojakan
*      Bahasa Sirilogui
*      Bahasa Subelen
*      Bahasa Saibi Samukop
*      Bahasa Maileppet
*      Bahasa Siberut
*      Bahasa Taileleu
*      Bahasa Sagulubbek
*      Bahasa Sarereiket
*      Bahasa Sipora
*      Bahasa Sikakap

Dari sekian banyak bahasa daerah ini, ada bahasa yang dimengerti secara umum seperti bahasa sikakap. Bahasa ini dikenal karena persebaran agama kristen melalui kitab suci. Meskipun begitu, tetap ada beberapa daerahs yang sama sekali tidak mengerti bahasa umum itu. Untuk mengetahui perbedaan sbahasa tersebut berikut diuraikan dalam bentuk bahasa berdasarkan daerahnya.

Rabu, 25 November 2015

Kognitif, Afektif, Psikomotorik

DEFINISI KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK


1. Kognitif
    Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Segala upaya yang                   menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif.  Benyamin Bloom mengatakan bahwa Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enem aspek yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Ranah kognitif  memiliki enam jenjang atau aspek, yaitu:
  1. Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge) merupakan sesuatu yang hadir dan terwujud dalam jiwa dan pikiran seseorang dikarenakan adanya reaksi, persentuhan, dan hubungan dengan lingkungan dan alam sekitarnya.
  2. Pemahaman (comprehension) adalah suatu pemahaman atau benar-benar tahu tentang sebuah   konsep
  3. Penerapan (application) adalah suatu perbuatan mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya.
  4. Analisis (analysis) adalah sikap atau perhatian terhadap sesuatu (benda, fakta, fenomena) sampai mampu menguraikan menjadi bagian-bagian, serta mengenal kaitan antarbagian tersebut dalam keseluruhan. Analisis dapat juga diartikan sebagai kemampuan memecahkan atau menguraikan suatu materi atau informasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil sehingga lebih mudah dipahami.
  5. Sintesis (syntesis) adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli
  6. Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation) adalah suatu proses untuk mengambil keputusan   dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang     menggunakan tes maupun nontes.


    Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.

2. Afektif
     Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Menurut Benyamin Bloom Ranah afektif  berkenaan dengan sikap dan nilai. Sikap dan nilai – nilai  tersebut diekspresikan di dalam prilakunya setiap hari. Oleh sebab itu penilaian aspek afektif dilakukan dengan mengadakan penilaian terhadap perilaku yang meliputi penerimaan, partisipasi, organisasi dan karakteristik nilai.
Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku.
Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu:
  1. Receiving atau attending ( menerima atua memperhatikan) adalah termasuk kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus, respon, control dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar.
  2. Responding (menanggapi) mengandung arti “adanya partisipasi aktif” (reaksi yang diberikan: ketepatan aksi, perasaan, kepuasan dll.)
  3. Valuing (menilai atau menghargai) adalah kesadaran menerima norma, system nilai dll
  4. Organization (mengatur atau mengorganisasikan) adalah pengembangan norma dan nilai organisasi system nilai
  5. Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan  suatu nilai atau komplek nilai) adalah sistem nilai yang terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku



3. Psikomotorik
     Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik yakni gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, ketepatan, gerakan keterampilan kompleks serta gerakan ekspresif dan interpretatif (A.Suriyati, 2008). Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya.
Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.

Contoh Item Penilaian Hasil Pembelajaran Berdasarkan Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor
Jika dalam suatu pelajaran seorang pengajar menjelaskan tentang sistem fotosintesis pada tumbuhan, maka ada beberapa penilaian yang harus dilakukan.
a. Penilaian Kognitif
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apakah yang dimaksud dengan fotosintesis?
2. Kapan fotosintesis dapat dilakukan?
3. Mengapa tumbuhan harus berfotosintesis?
4. Dimana tempat tumbuhan berfotosintesis?
5. Bagaimana proses fotosintesis pada tumbuhan?


Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
http://maritosukses.blogspot.co.id pengertian-penilaian.html
http://www.eurekapendidikan.com pengertian-belajar-menurut-ahli.html

Minggu, 22 November 2015

Lamaran Kerja Top

Contoh Surat Lamaran Kerja 1


Hal : Lamaran pekerjaan

Kepada Yth.,
Bpk/Ibu Personalia  
PT. Lentera Jaya Bagus
Jl. Lakon Cahaya Utama No. 30
Balikpapan

Dengan hormat,
Sesuai dengan informasi adanya lowongan pekerjaan dari PT. Lentera Jaya Bagus yang saya dapatkan dari harian Radar Balikpapan pada tanggal 10 September 2015. Saya bermaksud untuk melamar pekerjaan dan bergabung ke perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Adapun bagian pekerjaan yang saya maksudkan adalah bagian Marketing dengan kode (MG) di perusahaan PT. Lentera Jaya Bagus.

Berikut ini adalah biodata singkat saya
Nama                         : Sirisokut
Tempat / tgl. lahir      : Tokyo, 14 Juni 1986
Pendidikan Terakhir  : S1 Manajemen Informatika
Alamat                       : Jl. Nakazawo Cifor No. 16, Balikpapan
Telepon (HP)             : 0853-6533-0000

Dan pada saat ini saya dalam keadaan yang sehat, baik jasmani maupun rohani. Selain itu kemampuan berbahasa Inggris saya sangat fasih. Kejujuran selalu saya utamakan dalam bekerja, dan latar belakang pendidikan saya cukup memuaskan, dan saya juga dapat mengoperasikan beberapa software komputer dengan baik, seperti Lotus Spreedsheet, MS Office Word, Excell, Access dan beberapa macam software perkantoran lainnya.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan beberapa data, antara lain :
  1. Daftar Riwayat Hidup
  2. Foto Copy Ijazah S1
  3. Foto Copy Transkrip Nilai
  4. Foto copy Sertifikat Kursus dan Pelatihan
  5. Foto 3x4 yang terbaru

Kesempatan wawancara dari Bapak/Ibu Personalia sangat saya harapkan agar saya dapat menjelaskan lebih detail lagi mengenai potensi dan kemampuan saya yang bisa berguna untuk perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin saat ini.

Demikian surat lamaran kerja ini saya informasikan, terima kasih atas kerjasama dan perhatian Bapak/Ibu Personalia.


                                                                                                                Hormat Saya,


                                                                                                                Sirisokut







LAMARAN KERJA II


                                                                                         Simatalu, 14 September 2015



                                                                            Kepada Yth.
                                                                            Bapak Bupati Kepulauan Mentawai
                                                                            cq. Dinas Pendidikan Kepulauan Mentawai
                                                                             Di_
                                                                                   Tuapeijat


Perihal : Permohonan Menjadi Tenaga Guru Krontrak Daerah

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                               : Sirisokut Teteu laggai
Tempat/Tanggal Lahir    : Bandung, 10 Mei 1991
Jenis Kelamin                 : Laki-laki
Pendidikan                      : S.1 /Akta IV/PPKn
Alamat                            : Jl. Pasundan Raya No. 7 RT/RW 001/003
Telepon                           : 0853-6533-0000

Dengan ini mengajukan permohonan untuk dapat diterima menjadi tenaga guru kontan daerah di SMPN-3 Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebagai bahan pertimbangan bagi bapak bersama ini saya lampirkan sebagai berikut:
  1. Foto Copy Ijazah yang telah dilegalisir
  2. Foto Copy Akta Mengajar IV yang telah dilegalisir
  3. Foto Copy Transkrip Nilai yang telah dilegasir
  4. Foto Copy SK pengangkatan Guru honor
  5. Pas Photo Ukuran 3 x 4 = 2 lembar dan 4 x 6 = 2 lembar


Demikian Surat Permohonan ini saya buat sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya, dan atas perhatian serta kerjasama dari Bapak/Ibu pimpinan saya ucapkan terima kasih.




                                                                                                        Hormat saya,


                                                                                                       Sirisokut Teteu Laggai











Lamaran Kerja III


Bandung, 14 September 2015
Kepada Yth.
HRD Manager PT. Moge Laksana Maju
Jl. Kintamani Luhur No. 8, Bandung

Perihal : Lamaran Pekerjaan

Dengan Hormat,

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari harian surat kabar Pikiran Rakyat, perusahaan Bapak/Ibu membuka lowongan kerja untuk beberapa posisi. Melalui surat lamaran ini saya ingin mengajukan diri untuk melamar kerjaa di instansi yang Bapak/Ibu pimpin, guna mengisi posisi yang dibutuhkan saat ini. Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                              : Sahak Buluk
Tempat/Tanggal Lahir    : Bandung, 10 Mei 1991
Jenis Kelamin                 : Perempuan
Pendidikan                      : SMK Perhotelan Pasunda III Bandung
Alamat                            : Jl. Pasundan Raya No. 7 RT/RW 001/003
Telepon                           : 0812-0000-0000

Untuk melengkapi beberapa data yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu pimpinan diwaktu yang akan datang, saya lampirkan juga kelengkapan data diri sebagai berikut:
  1. Foto Ukuran 3x4
  2. Foto copy KTP Bandung.
  3. Daftar Riwayat Hidup.
  4. Foto copy Ijazah Terakhir.
  5. Foto copy SKHUN.
  6. Foto copy Sertifikat Competensi.
  7. Foto copy Sertifikat PKL.
  8. Foto copy Surat Keterangan Refrensi.

Demikian Surat lamaran kerja ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya, dan atas perhatian serta kerjasama dari Bapak/Ibu pimpinan saya ucapkan terima kasih banyak.



                                                                                                                 Hormat saya,



                                                                                                                  Sahak Buluk

Kamis, 12 November 2015

KELUARGA PERLU DISELAMATKAN

KELUARGA PERLU DISELAMATKAN


     A. Pengertian
Ada beberapa macam defenisi keluarga antara lain:
  1. Menurut Departemen Kesehatan RI (1998). Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
  2. Duvall dan Logan ( 1986 ) : Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
  3. Bailon dan Maglaya ( 1978 ) : Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
  4. Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) : Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
  5. Narwoko dan Suyanto, (2004) : Keluarga adalah lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. Di masyarakat mana pun di dunia, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting dari kegiatan dalam kehidupan individu”

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas 2 orang atau lebih dengan adanya ikatan perkawinan atau pertalian yang hidup dalam satu rumah tangga di bawah asuhan seorang kepala rumah tangga dan berinteraksi diantara sesama anggota keluarga yang setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing sehingga diciptakan untuk mempertahankan suatu kebudayaan.
Keluarga juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu keluarga inti (conjugal family) dan keluarga kerabat (consanguine family). Conjugal Family atau keluarga inti (batih) didasarkan atas ikatan perkawinan dan terdiri dari suami, istri, dan anak-anak mereka yang belum kawin. Sedangkan Consanguine family tidak didasarkan pada pertalian suami istri, melainkan pada pertalian darah atau ikatan keturunan dari sejumlah orang kerabat. Keluarga kerabat terdiri dari hubungan darah dari beberapa generasi yang mungkin berdiam dalam satu rumah atau pada tempat lain yang berjauhan. “Kesatuan keluarga consanguine ini disebut juga sebagai extended family atau “keluarga luas. (Narwoko dan Suyanto, 2004, p. 14).



     B. FUNGSI KELUARGSI
  1. Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
  2. Fungsi Sosialisasi Anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
  3. Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
  4. Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
  5. Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
  6. Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
  7. Fungsi Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
  8. Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
  9. Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.


    C.  PERANAN KELUARGA 
      Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
1.   Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. 
2.     Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. 
3.   Peranan Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

       D. TUGAS POKOK KELUARGA
      Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut : 
1.      Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya. 
2.      Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga. 
3.    Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
4.      Sosialisasi antar anggota keluarga. 
5.      Pengaturan jumlah anggota keluarga.
6.      Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
7.      Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
8.      Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.
Dari penjelasan diatas jelas bahwa keluarga itu meruakan titik central terbentuknya keluarga yang utuh. Namun dilain sisi kalau kita lihat akibat pengaruh IPTEK pada zaman sekarang, banyak keluarga dilada masalah. Masalah tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:
  1. Judi. Perjudian merupakan salah satu permainan tertua di dunia hampir setiap negara mengenalnya sebagai sebuah permainan untung-untungan. Judi juga merupakan sebuah permasalahan sosial dikarenakan dampak yang ditimbulkan amat negatif bagi kepentingan nasional teruama bagi generasi muda karena menyebabkan para pemuda cenderung malas dalam bekerja dan dana yang mengalir dalam permainan ini cukup besar sehingga dana yang semula dapat digunakan untuk pembangunan malah mengalir untuk permainan judi, judi juga bertentangan dengan agama, moral dan kesusialaan. Permainan judi juga dapat menimbulkan ketergantungan dan menimbulkan kerugian dari segi meteril dan imateril tidak saja bagi para pemain tetapi juga keluarga mereka. Hal seperti tentunya sangat beresiko besar bagi keluarga.
  2. Minuman keras. Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu. Adapun jenis minuman keras tersebut antara lain: Bir, vodka,brendi, wiski, sampanye, anggur, jagermeister, sake, rum, dan lain-lain.
  3. Narkotika. Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah Napza yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah napza biasanya lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama. 


Tiga jenis diatas merupakan jantung kerusakan keluarga. Jadi bagaimana agar keluarga bisa selamat dari pengaruh tersebut? Jawabannya sangat gampang yaitu meninggalkan semua hal-hal tersebut yang dapat mengganggu keharminisan dan kerukunan keluarga. Dan selain itu juga harus dibekali dengan keimanan terhadap Tuhan agar kelak keluarga menjadi keluarga yang kuat / kokoh. Sebagai reningan kita “apa bila kita melakukan terus perbutan terlarang seperti yang sudah diuraikan diatas maka tidak tertutup kemungkinan keturunan pun akan mengikuti jejak orang tuanya. Seperti halnya dengan pepatah buah kelapa jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ingin keluarga bahagia maka tinggalkan semua perbuatan jahat itu.

Mudah-mudahan artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Referensi:
·         Lestari, Sri. 2012. Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jakarta: Prenada Media Group

·         Sutan Remi Syahdeni, Kejahatan dan Tindak Pidana Komputer, Pustaka Utama Graffiti, Jakarta, 2009. hlm 230